Pages

Sunday, June 16, 2019

Strategi Pengelolaan Supply Chain

10 Strategi Meningkatkan Pengelolaan Rantai Pasokan (Supply Chain Management)

Untuk meningkatkan strategi rantai pasokan agar bisnis Anda berjalan dengan lancar, berikut beberapa srategi yang bisa digunakan dalam meningkatkan rantai pasok (Supply Chain Strategy) Anda.

Salah satu cara terbaik adalah menggunakan perangkat lunak Enterprise Resource Planning (ERP) yang bisa meningkatkan keuntungan dan efisiensi bisnis.  Selain itu, penggunaan ERP ini bisa mengurangi biaya dan pemborosan biaya perusahaan.

Akan tetapi, strategi-strategi dibawah ini juga perlu dilakukan pada perusahaan Anda dalm meningkatkan rantai pasok.

  1. Menggunakan sistem ERP yang memiliki fitur otomatis dan fungsionalitas Supply Chain Management (SCM). Sistem ini bisa diprogram secara otomatis untuk memesan kepada vendor ketika tingkat persediaan menurun atau berada pada tingkat tertentu. Hal ini perlu Anda lakukan karena bagian terpenting dari strategi rantai pasok adalah kemampuan untuk mempertahankan tingkat persediaan secara preventif. Dengan adanya sistem ERP akan memberikan karyawan Anda peluang untuk mengerjakan hal lain karena sistem pembelian persediaan yang otomatis dari ERP.
  2. Menggunakan Standarisasi dari ERP, Salah satu kunci keberhasilan setiap strategi rantai pasok adalah proses standarisasi. Standarisasi dari ERP  bisa memudahkan pekerjaan karyawan, meningkatkan akurasi, mendorong kinerja tim, menghemat waktu dan biaya, serta mengurangi kemungkinan salah komunikasi (misscomm).
  3. Meningkatkan Transparansi, Berbagai masalah yang terjadi pada kegiatan rantai pasok permanen seperti limbah, kesalahan, dan bahkan penipuan bisa diatasi dengan merekonsiliasi angka-angka pada perangkat lunak. Meningkatkan transparansi SCM internal sangat penting untuk mengurangi inventaris dan kerugian finansial yang tidak dapat dijelaskan.
  4. Dapatkan Wawasan Data, Informasi yang akurat dan tepat waktu juga menjadi hal yang penting dalam pengambilan keputusan untuk strategi rantai pasokan Anda. Apabila Anda menggunakan perangkat lunak ERP memungkinkan pengguna dan manajemen secara cepat mengakses inventaris, pembelian dan data produksi untuk kepentingan pengembalian keputusan yang penting.
  5. Manajemen Persediaan Real-Time, Dalam manajemen persediaan inventaris, perangkat lunak ERP menawarkan fitur inventaris yang memberikan visibilitas real-time yang lebih tepat sesuai dengan tingkat persediaanya. Hal ini tentu lebih memudahkan pekerjaan dibanding menggunakan manajemen inventaris tradisional.
  6. Monitor Kinerja Vendor, Kinerja vendor perlu diawasi secara berkala. Monitoring ini juga dilengkapi dengan pemberikan peringkat melalui matrik yang kuat dan tersedia pada sistem ERP. Sistem monitoring dari ERP akan memberikan kemudahan bagi perusahaan Anda dalam meninjau waktu siklus vendor dan tingkat kesalahan yang terjadi.
  7. Tingkatkan Kesadaran mengenai Pengeluaran, Memiliki data keuangan yang terpusat menunjukkan sadarnya perusahaan Anda akan perlunya menjaga stabilitas pengeluaran.  Menjaga pengeluaran dalam penyediaan persediaan juga menjadi faktor dan variabel yang tidak dapat dikendalikan dalalm manajemen rantai pasokan. Ini akan mendorong komunikasi dan strategi terkait biaya untuk mengkonsolidasikan pengeluaran dan mempersingkat proses.
  8. Meningkatkan Manajemen Pengembalian, Setiap strategi rantai pasokan yang solid membutuhkan sistem manajemen pengembalian yang efisien. Hal ini dibutuhkan agar mempercepat proses daur ulang atau produksi kembali produk/unit yang dikembalikan. Mampu mengelola pengembalian dengan lebih baik akan mengurangi pemborosan dan mengidentifikasi faktor-faktor masalah produk yang konsisten.
  9. Metode Just-in-time (JIT), Jika Anda menggunakan sistem ERP, sistem ini akan bekerja dengan baik dengan manufaktur secara tepat waktu. Metode ini akan mengurangi biaya persediaan dan meningkatkan perputaran persediaan.
  10. Streamline Akuntansi, Sistem ERP akan terintegrasi dengan berbagai bisnis yang berbeda seperti SDM, manajemen dan keuangan. tentu hal ini akan membantu perusahaan Anda dalam mengurangi kesalahan administrasi dan urusan faktur. Jika Anda menggunakan sistem ERP ini, secraa otomatis akan terintegrasi dengan Electronic Data Interchange (EDI) dan Transfer Dana Elektronik (EFT), yang secara drastis akan mengurangi administrasi pemrosesan pembayaran dan waktu tunggu terkait.

Dengan 10 strategi yang ada diatas, dapat menjadi preferensi Anda dalam menggunakan  perangkat lunak sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang diterapkan pada bisnis Anda. Selain itu, strategi-strategi ini bisa menjadi cara bagi Anda dalam meningkatkan pengelolaan rantai pasokan (supply chain management).


Sumber :
https://ipqi.org/10-strategi-meningkatkan-pengelolaan-rantai-pasokan-supply-chain-management/

No comments:

Post a Comment

Related Posts