Pages

Wednesday, December 15, 2010

Supply Chain


Tujuan utama dari Supply Chain adalah bagaimana perusahaan dapat mencapai tujuan menyiapkan produk dalam jumlah yang tepat, pada saat yang tepat, dilokasi yang tepat, dengan kondisi/kualitas yang tepat, bagi pelanggan yang tepat, dan semua itu dengan biaya yang tepat (sering kali adalah yang paling cost efficient).

Untuk mencapai hal tersebut harus melakukan Demand Planning yang sempurna, Strategi sourcing yang tepat, Strategi produksi yang paling ekonomis dan timely, dan strategy distribusi yang cost efficient.

Keempat fungsi tersebut adalah inti dari Supply Chain.

Kalau Logistics lebih mengacu pada taktik eksekusi dari strategi supply chain yang sudah ditentukan di atas.


Sumber foto :
https://www.michiganstateuniversityonline.com/resources/supply-chain/what-is-supply-chain-management/

Manajemen Pergudangan

Manajemen Pergudangan adalah suatu sistem dari bagian aktivitas Logistik. Manajemen pergudangan mencakup kegiatan dari mulai penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan dan pengeluaran barang dengan tata cara atau prosedur yang baku, agar selalu up to date (accountable, auditable and controlabel).

Delivery Time

Beberapa faktor delivery time:

  1. Traffic Jam. Sedapat mungkin hindari waktu dan tempat yang sering terjadi kemacetan 
  2. Proses konsolidasi kendaraan pengangkut barang lama sehingga barang tidak langsung sampai ke tujuan. Ini bisa diatasi dengan sistem charter atau negosiasi awal pada jasa ekpedisi untuk memastikan barang bisa langsung jalan atau tidak. 
  3. Faktor alam (jalan rusak, gelombang laut tinggi). 
  4. Human error (missroute, sopir nakal). Gunakan GPS, terapkan system rewards and punishment

Thursday, August 12, 2010

Integrasi Data Rantai Pasokan, Kunci dari Profit


Dalam supply chain management, data yang berdiri sendiri dari masing masing rantai akan menimbulkan biaya yang tinggi, membuat tidak fleksibel, dan akibatnya profitpun terancam. Bagaimana mengubahnya, berikut risalah tulisan dari F John Reh, About.com.

Integrasi Data.
Ketika perusahaan mulai berdiri, tidak banyak data yang diperlukan. Hampir semua data disimpan dalam kepala seorang pemilik perusahaan, pemasok atau pelanggan mendapatkan data dengan bicara panjang lebar.

Kemudian dengan berkembangnya perusahaan, maka mulailah data dibuat di beberapa tempat oleh beberapa orang, misalnya data produksi, data finansial, dan data marketing. Dan bicara panjang lebarpun sudah tidak bisa membuat data terkumpul dengan cepat, akibatnya proses finansial perusahaan jadi melambat, marketing jadi menurun, dan produksi jadi bulan bulanan.

Akhirnya tumbuhlah kebutuhan untuk merangkum data data tersebut secara periodik, mingguan atau harian. Dan saat ini, dunia bisnis sudah membutuhkan lebih dari rangkuman periodik, dunia bisnis saat ini membutuhkan data yang saling terikat setiap saat, saling terhubung setiap saat, dan data yang akurat setiap saat. Real Time Visibility sudah dimulai.

Kunci sukses dan profit perusahaan perusahaan saat ini dan dimasa mendatang adalah seberapa cepat data terintegrasi dan seberapa akurat data tersebut. Dan itu melalui penguasaan teknologi informasi.

Langkah langkah integrasi data.
Untuk menata data data memang terdengar mudah, namun sangat besar tantangannya. Selain penguasaan teknologi informasi, dibutuhkan visi yang kuat, kemauan baja, kesabaran biksu, dan kedewasaan untuk mencapainya.

Namun begitu berikut langkah langkah menuju data yang terintegrasi
  1. Tentukan data data apa yang perlu di integrasikan [misal: finansial, purchasing, produksi, dan customer service].
  2. Tunjuk siapa yang mengumpulkan dan mengolah data data tersebut.
  3. Tentukan siapa pemilik data hasil integrasi tersebut, sebagai penanggungjawab atas kualitasnya.
  4. Diskusi dengan pemilik data tersebut tentang apa yang diinginkan dari data integrasi itu, bukan hanya apa yang bisa didapatkan.
  5. Tentukan bahasa standard, dan tempat dimana data itu akan diproses, diolah dan disimpan.
  6. Adakan proses pengadaan berdasarkan hasil hasil spesifikasi diatas.
  7. Terus satukan persepsi bahwa data itu nantinya adalah data integrasi dari perusahaan bukan lagi data masing masing bagian.
  8. Aktifkan sistem integrasi data yang baru dan segera matikan sistem yang lama.
  9. Saatnya memperhatikan dan mengevaluasi, apakah finansial status membaik.

Dengan integrasi data ini kita akan mengurangi biaya biaya produksi, meningkatkan produktifitas, dan profit akan terkontrol.


Sumber :
http://thepurchaser .blogspot. com

Sumber foto :
https://www.investopedia.com/terms/s/supplychain.asp

Thursday, July 22, 2010

Job Description Warehouse & Logistic

Berikut adalah job description dari sub divisi Warehouse & Logistic :

RECEIVING 
1. Memastikan barang yang diterima (dari Supplier) dalam kondisi baik dan siap supply.
2. Memastikan barang di cek oleh QC person.
3. Melakukan penimbangan barang yang datang.
4. Memastikan penataan barang yang rapi, sesuai FIFO dan 1 part 1 location.

STORE KEEPER (Supply) 
1. Men-supply barang ke Prod/Assy dengan baik dan benar (sesuai WO/DM).
2. Memastikan barang (komponen) yang kembali dari Prod/Assy dalam

SHIPMENT 
1. Memastikan pengiriman dengan baik & benar (barang maupun jumlahnya)

ADMIN (Data Entry) 
1. Mengupdate nota/mutasi in & out dengan benar dan tepat waktu.
2. Memastikan Stock Card bisa dipercaya (reliable) untuk digunakan oleh divisi lain.
3. Memastikan file-file tertata dengan rapi sehingga mudah saat dicari kembali.
4. Memberikan informasi tentang data stok/inventory barang (komponen atau barang jadi) kepada divisi lain.
5. Cycle count / stok opname.

Tuesday, July 6, 2010

Warehouse

Warehouse terdiri dari ware dan house. Ware secara harfiah berarti barang. Dan house adalah rumah. Jadi warehouse mempunyai arti yaitu rumah barang. Warehouse ini adalah sebuah rumah atau ruangan atau tempat untuk menyimpan barang-barang.

Monday, July 5, 2010

Supply Chain is More Than Just a Warehouse


Banyak orang dan pihak dari divisi-divisi dan deparetemen-departemen di perusahaan yang mempunyai anggapan bahwa urusan aliran data informasi dan aliran barang HANYA-lah urusan dari pihak divisi gudang atau departemen warehouse

Sehingga divisi lain sering salah kaprah dengan menaruh barang yang tidak jelas statusnya juga ke divisi Gudang. Dan dari divisi Gudang sendiri juga tidak mengerti peranan dari Gudang, sehingga barang yang tidak layak disimpan juga diterima. Gudang menjadi amburadul dan perlu pembenahan. 


Sehingga alur data informasi dan aliran barang bisa berjalan dengan lancar, dari Purchasing-Warehouse-Produksi-Assembly-Marketing bisa terintegrasi, seperti rantai. 



Sumber foto :
https://www.michiganstateuniversityonline.com/resources/supply-chain/is-logistics-the-same-as-supply-chain-management/

Friday, July 2, 2010

Gudang

Gudang adalah sebuah ruangan yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam barang. Setiap jenis bangunan bisa saja memiliki gudang, misalnya saja gudang pada bangunan pabrik, toko, dan bahkan rumah tinggal.

Karena digunakan untuk menyimpan berbagai macam barang, biasanya gudang berpotensi untuk menyimpan debu. Karena itu, peletakan gudang perlu diperhatikan agar tidak mengganggu aktivitas lain dalam bangunan tersebut.

Gudang sebaiknya terletak di lokasi yang tidak lembab agar barang-barang kita tak gampang rusak. Asal tidak lembab, gudang bisa diletakkan di mana saja. Agar tak menghabiskan lahan pada rumah tinggal, gudang bisa diletakkan di bawah tangga atau di loteng. Biasanya gudang ini mencakup banyak sekali barang dan jenis-jenis lain.

referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Gudang

Thursday, July 1, 2010

Manajemen logistik (MANLOG)

Manajemen logistik merupakan bagian dari proses supply chain yang berfungsi untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan keefisienan dan keefektifan penyimpanan dan aliran barang, pelayanan dan informasi terkait dari titik permulaan (point of origin), hingga titik konsumsi (point of consumption) dalam tujuannya untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan

Wednesday, June 30, 2010

Penataan barang menggunakan kaidah FIFO


Peletakan dan penataan barang menggunakan kaidah FIFO yaitu: 
  1. Jika barang diletakkan dengan arah atas - bawah, maka yang atas merupakan barang dengan kedatangan lebih lama 
  2. Jika barang diletakkan dengan arah depan - belakang, maka yang depan merupakan barang dengan kedatangan lebih lama 
  3. Jika barang diletakkan dengan arah kiri - kanan, maka yang kiri merupakan barang dengan kedatangan lebih lama 
  4. Jika barang dalam tumpukan jumlah banyak, maka panduannya adalah atas-bawah, lalu depan-belakang dan kemudian kiri - kanan 

Tuesday, June 29, 2010

Logistik

Logistik merupakan seni dan ilmu mengatur dan mengkontrol arus barang, energi, informasi, dan sumber daya lainnya, dari sumber produksi ke pasar. Manufaktur dan marketing akan sulit dilakukan tanpa dukungan logistik. Logistik juga mencakup integrasi informasi, transportasi, inventori, pergudangan, dan pemaketan.

referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Logistik

Sunday, June 27, 2010

Pure Logistic

One Part One Location
Memastikan part selalu dalam satu lokasi, untuk mempermudah dalam supply/issue ke line produksi dan untuk mengurangi miss place yang bisa berujung pada kehilangan part (discrepancy).

First In First Out
Suatu konsep dalam supply/issue ke line produksi dengan cara part yang pertama kali diterima itu adalah part yang pertama kali di-issue, dan seterusnya.

Accuracy
Merupakan hal wajib yang menjadi dasar logistik dengan memastikan jumlah aktual barang sama atau tally dengan jumlah yang ada di system (Oracle / SAP / Kartu Stok dan lain-lain).

Thursday, June 24, 2010

Pergudangan (warehousing)

Proses di Gudang atau Warehouse lebih lanjut seharusnya adalah mencari, memeriksa dan mengkaji area untuk mengurangi dan menghilangkan sumber-sumber pemborosan serta mengurangi proses yang tidak memberi nilai tambah (Non Value Added).

Selalu membahas suatu pengurangan untuk persediaan yang tidak perlu (unnecesarry inventory).

Dengan mengelola dan mempertahankan dalam pengaturan dan penyimpanan persediaan dari bahan atau barang yang fast moving dengan baik dan benar, serta dengan mengurangi persediaan yang tidak perlu, maka perusahaan dapat meminimalisasi ruang dan pergerakan pada gudang dan barang, dan secara tidak langsung dapat mengurangi keseluruhan biaya.

Monday, June 21, 2010

Arus Barang di Gudang/Warehouse


Dalam Management Logistic, dua hal yang perlu diperhatikan demi kelancaran proses logistik yaitu Arus Barang & Arus Informasi

Untuk arus barang, berawal dari saat penerimaan barang (berdasarkan Packing List) dari Supplier yang kemudian disimpan di Gudang/Warehouse. Arus berikutnya adalah proses supply (Berdasarkan Work Order) dari Gudang/Warehouse ke Produksi/Assembly.

Setelah proses produksi atau proses assembly di Produksi/Assembly yang menghasilkan barang jadi, Gudang/Warehouse menerima barang jadi yang disimpan ke Gudang/Warehouse. 

Dan arus terakhir adalah pengiriman (berdasarkan Shipment Order), yaitu mengeluarkan barang jadi dari Gudang/Warehouse untuk dikirim ke Customer.

Sunday, June 6, 2010

Managemen Gudang

Faktor penting untuk mengatur dan mengelola warehouse atau logistic atau yang sering disebut dengan divisi gudang pada umumnya hanya ada 2, yaitu akurasi dan layout.

Akurasi merupakan ketepatan jumlah atau stok aktual dari komponen barang (baik yang berupa bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi) dengan jumlah stok yang seharusnya tertera pada dokumen.

Layout sering berkaitan dengan kelihaian kita dalam mengatur sebegitu banyak barang yang harus disimpan, yang berbanding terbalik pada luas space dari area gudang yang sempit dan kurang.

Dua hal diatas jarang ada teori atau penelitian yang tersebar luas yang dapat dengan mudah diperoleh, keahlian ini gampang-gampang susah dipelajari agar seseorang menjadi lihai dan ahli di bidang ini.
Anda salah satunya?

Friday, May 14, 2010

Antara Logistic, Warehouse & Store

Di beberapa perusahaan, divisi penyimpanan (store) untuk mengelola persediaan (inventory) sering mempunyai beberapa nama, seperti divisi Store, divisi Logistic, divisi Warehouse atau Inventory Control.

Disadur dari http://id.wikipedia.org/wiki/Logistik, Logistik merupakan seni dan ilmu mengatur dan mengkontrol arus barang, energi, informasi, dan sumber daya lainnya, seperti produk, jasa, dan manusia, dari sumber produksi ke pasar.

Sedangkan untuk warehouse atau gudang, berdasarkan referensi dari http://en.wikipedia.org/wiki/Warehouse & http://id.wikipedia.org/wiki/Gudang, Gudang adalah sebuah ruangan yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam barang. Setiap jenis bangunan bisa saja memiliki gudang, misalnya saja gudang pada bangunan pabrik, toko, dan bahkan rumah tinggal. Karena digunakan untuk menyimpan berbagai macam barang, biasanya gudang berpotensi untuk menyimpan debu. Karena itu, peletakan gudang perlu diperhatikan agar tidak mengganggu aktivitas lain dalam bangunan tersebut.

Tugas dan tanggung jawab dari divisi diatas tidaklah berbeda jauh. Dimana merupakan bagian dari proses supply chain yang berfungsi untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan keefisienan dan keefektifan penyimpanan dan aliran barang, pelayanan dan informasi terkait dari titik permulaan (point of origin) hingga titik konsumsi (point of consumption) dalam tujuannya untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan.

Related Posts