Pages

Monday, March 15, 2021

Tujuan Supply Chain Management

Tujuan Supply Chain Management dan PenerapannyaTujuan Supply Chain Management dan Penerapannya

Supply chain management atau SCM sangat penting bagi perusahaan. Perusahaan yang ingin meningkatkan daya saing melalui penyesuaian produk, mutu tinggi, pengurangan biaya, dan kecepatan distribusi maka penting untuk memperhatikan supply chain. Management rantai pasokan merupakan integrasi dari berbagai macam aktivitas. Aktivitas tersebut seperti pengadaan bahan, mengubah barang menjadi produk akhir, pengiriman ke seluruh pelanggan. Hal tersebut akan mencakup aktivitas pembelian dan outsourcing, kemudian ditambah dengan fungsi lainnya yang penting antara hubungan pemasok dengan distributor. 

Definisi sederhana supply chain management adalah mekanisme yang menjadi penghubung antara semua pihak yang bersangkutan. Kemudian mengonversikan bahan mentah dan mengubahnya menjadi barang jadi. Semua pihak yang terlibat dalam rantai pasokan bertanggung jawab untuk bisa memberikan barang-barang hasil produksi kepada pelanggan tepat waktu dan di tempat yang tepat. Jadi pada dasarnya SCM ini akan melibatkan pemasok, pabrik, manufaktur, penyedia logistik, dan tentunya yang paling terlibat adalah pelanggan.


Tujuan Manajemen Rantai Pasokan

Tujuan umum dari supply chain management ini adalah menyeimbangkan antara permintaan dan juga penawaran agar lebih efektif dan juga efisien. Sejumlah masalah utama dalam rantai pasokan ini berhubungan dengan penentuan tingkat outsourcing yang tepat, manajemen pengadaan barang, manajemen pemasok, pengelola hubungan dengan pelanggan, identifikasi masalah dan merespons masalah tersebut, yang terakhir adalah manajemen risiko. Tujuan strategis yang ingin dicapai dari rantai pasokan adalah memenangkan persaingan minimal perusahaan bisa bertahan di tengah persaingan pasar yang ketat. Oleh sebab itu jika menjadi pemenang dalam persaingan pasar maka rantai pasokan tersebut harus mampu menyediakan produk dengan harga murah, berkualitas, tepat waktu, dan juga lebih bervariasi.


Hal yang Dikendalikan SCM

Ada sejumlah hal yang dikendalikan oleh supply chain management yaitu mengetahui wilayah jaringan distribusi, jumlah, fasilitas produksi, lokasi supplier, pusat distribusi, dan gudang sampai dengan pelanggan. Dalam melakukan distribusi umumnya mereka akan berpikir tentang strategi distribusi yang akan dilakukan seperti desentralisasi atau sentralisasi. Manajemen rantai pasokan memerlukan sistem informasi yang bisa di integrasikan secara langsung dan cepat supaya proses distribusi barang ini bisa berjalan dengan lancar. Informasi yang harus dibagikan saat itu pula adalah harga, inventaris sampai dengan urusan transportasi. SCM ini juga mewajibkan dalam mengatur syarat pembayaran beserta metologinya.


Penerapan Supply Chain Management

SCM menjadi konsep atau mekanisme untuk bisa meningkatkan produktivitas perusahaan secara total di dalam rantai pasok dengan optimalisasi waktu, pengelolaan lokasi, dan juga aliran kuantitas bahan. Dalam kegiatan manufaktur penerapan SCM akan mendorong perusahaan untuk bisa memenuhi kepuasan pelanggan, pengembangan produk tepat waktu, menghemat biaya saat menyediakan dan menyerahkan produk, pengelolaan industri secara cermat dan fleksibel. 

Saat ini konsumen semakin kritis sehingga menuntut penyediaan produk secara tepat watu sehingga menyebabkan perusahaan harus melakukan antisipasi agar tidak kehilangan pelanggan. Menggunakan software yang mendukung SCM menjadi solusi terbaik untuk bisa memperbaiki tingkat produktivitas diantara perusahaan-perusahaan yang berbeda. Untuk SCM ini sangat cocok diterapkan karena memiliki kelebihan berupa mampu mengelola aliran barang atau produk di dalam suatu rantai pasok. Dalam hal ini SCM akan mengaplikasikan bagaimana jaringan produksi bersama distribusi mampu bekerja bersama-sama untuk bisa memenuhi semua tuntutan konsumen. 

Ada beberapa hal dalam penerapan SCM yang harus diperhatikan supaya tidak terjadi hambatan saat menjalankan rantai pasokan tersebut yaitu pengukuran kinerja, customer service yang harus bisa didefinisikan dengan jelas, ukuran keterlambatan respons dalam pelayanan, status data pengiriman yang akurat, sistem informasi yang efisien, analisis metode pengiriman yang lengkap, dan lain sebagainya.


Sumber :

https://www.soltius.co.id/id/blog/read/tujuan-supply-chain-management-dan-penerapannya

Related Posts