Pages

Friday, May 31, 2019

BP Batam Wujudkan Sistem Logistik yang Modern Lewat Smart Contract

Jumat, 31 Mei 2019 - 10:09 WIB

batampos.co.id – Sebagai lembaga Badan Layanan Umum (BLU) yang bertugas untuk membangun dan mengelola Batam, BP Batam terus memberi inovasi untuk meningkatkan daya saingnya.

Berselang enam hari dari kerjasama antara dClinic International guna mengembangkan sistem Blockchain Kesehatan Publik pertama di Indonesia, BP Batam kembali mengadakan Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerjasama Proyek Percontohan Indonesia Blockchain Logistics bersama PLMP Fintech LTD dan PT Central Distribusi Batam.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Mahakam, Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Rabu (29/5) siang, dan dihadiri oleh Kym Kee selaku Wakil Direktur (Chief Operating Officer) PLMP Fintech PTE.LTD, Komisaris PT Central Distribusi Batam, Agus Riyanto, Direktur Utama PT Sarinah, Ngurah Yasa, dan Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady.

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady mengatakan, kerjasama tersebut merupakan salah satu bentuk wujud prioritas dan komitmen BP Batam untuk tahun 2020 dengan mengintegrasikan kegiatan logistik dan komoditas.

“Nah, kami menghadirkan teknologi Blockchain yang disebut sebagai Smart Contract. Terobosan ini merupakan hal yang krusial, karena logistik adalah kunci dari perekonomian nasional,” ujarnya.

Edy menambahkan, teknologi Smart Contract nantinya akan menggunakan layanan Data Center dari Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) BP Batam, sebagai salah satu entitas bisnis di BP Batam.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi adalah penerapan pemerataan implementasi teknologi di Batam dan kesesuaian bentuk bisnis yang dipersiapkan untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Kita sudah memiliki fasilitasnya dan perbaiki infrastrukturnya, jadi sesegera mungkin bisa terlaksana,” jelasnya. Edy melanjutkan, meski dirancang dalam bentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), teknologi tersebut tetap di jalan.

“Implementasinya saya harapkan maksimal tiga bulan setelah penandatanganan perjanjian kerjasama,” paparnya..

Kata edy, teknologi Blockchain merupakan platform desentralisasi atau Digital Legder, di mana transaksi dapat terekam dan terintegrasi secara digital.

Wakil Direktur PLMP Fintech PTE.LTD, Kym Kee, mengatakan sistem tersebut tidak menggunakan pihak ketiga. “Sederhananya, catatan transaksi-transaksi yang sudah terjadi, disimpan oleh lebih dari satu komputer. Jadi akan lebih susah untuk men-hack sistem ratusan bahkan ribuan komputer,” jelasnya.

Kym mengungkapkan, kecil kemungkinan adanya gangguan untuk semua komputer pada waktu yang sama. menurutnya, dengan menggunakan metode konvensional biasanya akan menimbulkan masalah kepercayaan.

“Dengan menggunakan jaringan Peer-to-Peer yang Blockchain miliki, hal tersebut dapat teratasi,” katanya.

Sedangkan Smart Contract sendiri lanjutnya, adalah kontrak kripton yang mengizinkan penggunanya untuk mentransfer aset secara digital. Baik mengontrol transfer mata uang digital atau aset antar pihak dalam kondisi tertentu.

Kontrak tersebut kemudian akan tersimpan di dalam teknologi Blockchain dan bersifat Immutable atau tidak bisa diubah.(*)


Sumber :
https://batampos.co.id/2019/05/31/bp-batam-wujudkan-sistem-logistik-yang-modern-lewat-smart-contract/

Wednesday, May 29, 2019

E-Commerce Siap Kirim Barang dengan Drone, Regulasi Belum Ada

Aturan main drone melibatkan banyak instansi termasuk Kementerian Perhubungan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian Pertahanan.

Deandra SyarizkaDeandra Syarizka - Bisnis.com
29 Mei 2019  |  10:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan e-commerce JD.ID dan Bukalapak sudah memiliki teknologi untuk mengirimkan barang pesanan menggunakan pesawat nirawak (drone). Namun, teknologi tersebut belum bisa diterapkan karena belum ada aturan tentang penggunaan drone secara komersial.

Head of Corporate Communications & Public Affairs JD.ID Teddy Arifianto menyatakan, perusahaan memang berencana merilis layanan pengiriman produk dengan drone. Akan tetapi, pihaknya masih menunggu kepastian regulasi terkait dengan penggunaan drone karena aturan main drone melibatkan banyak instansi termasuk Kementerian Perhubungan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian Pertahanan.

“Rencana selalu ada, tetapi masih terkendala aturan. Bukan soal gaya-gayaan siapa yang lebih dahulu, tetapi buat kami sekarang lebih penting mempersiapkan aturan mainnya dulu,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (28/5).

Pada Januari, JD.com, induk usaha JD.ID asal China, mengumumkan suksesnya uji coba drone untuk pengiriman barang pertama kalinya di Indonesia. Uji coba ini diklaim sebagai terobosan di sektor pengiriman dengan menggunakan drone di Asia Tenggara.

Penerbangan uji coba tersebut berlangsung pada 8 Januari 2019 di Jawa Barat. Rute terbang drone dari Desa Jagabita, Parung Panjang, Bogor ke Sekolah Dasar MIS Nurul Falah Leles dengan tujuan mengirimkan tas ransel dan buku-buku kepada para siswa.

Teddy menambahkan, JD.ID berencana menggunakan drone untuk mengirimkan barang ke area yang sulit dijangkau transportasi darat. Menurutnya, penerapan drone dalam pengiriman dagang-el akan memungkinkan warga Indonesia menikmati layanan yang lebih efisien, serta membantu perusahaan mewujudkan cita-cita untuk mengirimkan 85% pesanan pada hari yang sama atau esok harinya.

PT Bukalapak.com juga tengah menguji coba pengiriman barang kebutuhan sehari-hari melalui drone. Rencananya, layanan yang masih dalam tahap penelitian dan pengembangan ini akan diluncurkan pada akhir tahun ini.

Merchant Improvement Senior Manager Bukalapak James Karnadi menyatakan perusahaan baru-baru ini melakukan uji coba pengiriman dengan drone di Tangerang, dengan radius terbatas di bawah 5 kilometer.

“Bukalapak merespons tren global di mana orang-orang membutuhkan produk kebutuhan sehari-hari secara cepat, langsung di depan pintunya,” ujarnya.

Dia menambahkan, pengembangan layanan pengiriman barang dengan drone dilakukan untuk menghemat waktu pengiriman. Pengiriman dengan drone dari gudang ke rumah pelanggan hanya menghabiskan 3—5 menit, dibandingkan dengan pengiriman menggunakan ojek online yang diestimasikan mencapai 15—20 menit.


Sumber :
https://teknologi.bisnis.com/read/20190529/84/928747/e-commerce-siap-kirim-barang-dengan-drone-regulasi-belum-ada

Monday, April 1, 2019

E-Commerce Ramai-ramai Buka Layanan O2O

Senin, 01 April 2019 10:32 WIB

Pelaku bisnis e-commerce berlomba-lomba memberikan layanan omni-channel atau memberikan lebih dari satu channel penjualan, seperti e-commerce, m-commerce, social commerce hingga toko fisik. Ada beberapa tujuan layanan omni-channel, antara lain melakukan riset, menciptakan pengalaman pelanggan secara efektif, konsisten, dan saemless (tanpa hambatan).

Seperti yang dilakukan oleh JD.id, e-commerce asal China JD.com, pada Agustus 2018 lalu meluncurkan JD.id X Mart di Pantai Indah Kapuk (PIK) Avenue. Menariknya, toko ini mengadopsi konsep yang sudah diterapkan di China, yakni toko tanpa kasir. Semua barang di toko ini telah dilengkapi dengan teknologi radio frequency identification (RFID) untuk mengetahui barang apa saja yang dibawa keluar oleh pengunjung. Pada saat pengunjung keluar, secara otomatis barang yang dibawa tercatat dan masuk ke tagihan kartu kredit yang dimiliki oleh pengunjung.

Teddy Ariafianto, Head of Corporate Communications and Public Affairs JD.id mengatakan, dalam 1-2 tahun terakhir telah terjadi pergeseran perilaku konsumen, di mana e-commerce menjadi katalisatornya. Menurutnya, saemless berarti tidak membedakan antara online dan offline. Layanan JD.id X Mart, menurutnya, untuk meningkatkan pengalaman konsumen saat berbelanja.

Hal yang sama dilakukan oleh Tokopedia dengan meluncurkan Tokopedia Official Store, yang hadir sebagai solusi bagi pengguna untuk berbelanja produk-produk yang ada di platform Tokopedia secara langsung, mudah, cepat, dan nyaman. Salah satu official store itu hadir di Lippo Mal Puri, yang dibuka pada Jumat (29/3/2019) lalu.

Inna Chandika, Vice President of Merchants Tokopedia menjelaskan, layanan tersebut untuk meningkatkan cakupan dan kualitas layanan. Kehadiran Tokopedia Official Store menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi permintaan pelanggan akan pengalaman belanja yang lebih nyaman. Tokopedia Official Store juga memberikan perlindungan produk berupa garansi pengiriman dan pengembalian produk.

"Tokopedia bekerja sama dengan lebih dari 2.000 mitra untuk menghadirkan jutaan produk pilihan melalui official store," ujar Inna.

Sementara itu, Bukalapak menempuh langkah yang sedikit berbeda dalam menghadirkan layanan offline. Fajrin Rasyid, CEO Bukalapak, mengatakan, pihaknya tidak akan terburu-buru untuk membuka toko atau official store milik Bukalapak sendiri. Tapi pihaknya akan menggandeng pemilik toko yang sudah ada menjadi agen offline Bukalapak.

Menurutnya, saat ini sudah ada lebih dari 500 ribu jaringan warung yang bermitra dengan Bukalapak. Jaringan itu dapat menjadi mitra terpercaya Bukalapak bagi masyarakat yang ingin berbelanja secara offline. Menurutnya, konsep tersebut juga seperti diterapkan oleh perusahaan di China, yang memberdayakan jutaan warung.

"Mungkin kami juga akan bikin store, tapi biayanya besar, jadi testing eksperimen dulu," ujar Fajrin.


Sumber :
https://www.wartaekonomi.co.id/read221848/e-commerce-ramai-ramai-buka-layanan-o2o.html

Sunday, March 24, 2019

Ada Rp740,4 T Uang Berputar di Transportasi, Mana yang Tertinggi?

Supply Chain Indonesia memprediksi pertumbuhan sektor transportasi mencapai 11, 15% menjadi Rp 740,4 triliun.

Rinaldi Mohammad AzkaRinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com
24 Maret 2019  |  18:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Supply Chain Indonesia (SCI) memprediksi pertumbuhan di sektor transportasi pada tahun ini mencapai 11, 15% menjadi Rp 740,4 triliun dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu.

Adapun, kontributor tertinggi masih dari angkutan darat sebesar Rp 380,8 triliun (51,43%) dan angkutan udara sebesar Rp 282,2 triliun (38,12%). Sementarai itu, Angkutan laut berkontribusi sebesar 6,50% angkutan darat (jalan), angkutan sungai, danau, dan penyeberangan sebesar 2,30% dan angkutan rel sebesar 1,66%.

Ketua SCI, Setijadi menuturkan bahwa walaupun angkutan darat berkontribusi tertinggi, tingkat pertumbuhan tertinggi pada 2019 diprediksi pada angkutan udara mencapai 17,37% dan angkutan rel sebanyak 17,11%.

“Pertumbuhan angkutan-angkutan lainnya diprediksi di bawah 10%, yaitu angkutan darat sebesar 7,55%, angkutan laut sebesar 6,65%, serta angkutan sungai, danau, dan penyeberangan sebesar 6,24%,” ungkapnya akhir pekan lalu.

Dia menilai, kontribusi setiap angkutan atau moda transportasi yang tidak berimbang tersebut menunjukkan ketidakseimbangan penggunaan moda-moda transportasi di Indonesia. Hal ini terangnya, berpotensi terhadap inefisiensi proses dan biaya transportasi dan logistik yang berdampak terhadap harga produk dan komoditas.

“Selain memengaruhi daya saing nasional, untuk beberapa wilayah tertentu, hal ini berdampak pada ketersediaan produk dan komoditas, serta disparitas harga antarwilayah,” katanya.

Pemerintah dan para pihak terkait ujar Setijadi, perlu mendorong peningkatan peranan moda-moda transportasi secara berimbang untuk mewujudkan sistem transportasi multimoda secara terintegrasi dengan transportasi laut sebagai tulang punggung.

Menurutnya, angkutan laut sebagai tulang punggung sesuai dengan karakteristik geografis Indonesia ini akan mendorong efisiensi sistem logistik nasional.

Menurutnya, pemerintah dan para pihak juga harus mencermati pertumbuhan sektor transportasi berdasarkan data PDB tersebut. Nilai sektor transportasi mencakup semua pengeluaran termasuk biaya, termasuk biaya-biaya yang tidak memberikan nilai tambah dalam jalur transportasi seperti karena kemacetan.

Faktor penyebab potensial lainnya adalah inefisiensi dalam proses penanganan barang di simpul-simpul transportasi seperti pelabuhan, bandara, dan terminal barang.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa kontribusi lapangan usaha transportasi dan pergudangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2018 sebesar Rp 797,3 triliun atau 5,37% dari PDB yang bernilai Rp 14.837,36 triliun.

Lapangan usaha tersebut menggambarkan sektor logistik yang mencakup subsektor transportasi per moda, yatu rel, darat, laut, udara, serta sungai, danau, dan penyeberangan. Sektor logistik juga mencakup pergudangan dan jasa penunjang angkutan, serta pos dan kurir.   


Sumber :
https://ekonomi.bisnis.com/read/20190324/98/903713/ada-rp7404-t-uang-berputar-di-transportasi-mana-yang-tertinggi

Thursday, December 20, 2018

Ecommerce Butuh Dukungan Logistik

Dengan suksesnya penetrasi platform e-commerce menjadi gaya hidup di Indonesia melalui berbagai festival belanja, aspek logistik menjadi faktor kunci pendukung bertumbuh kembangnya skala industri e-commerce.

Mia Chitra Dinisari
20 Desember 2018  |  20:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Dengan suksesnya penetrasi platform e-commerce menjadi gaya hidup di Indonesia melalui berbagai festival belanja, aspek logistik menjadi faktor kunci pendukung bertumbuh kembangnya skala industri e-commerce.

Apalagi  industri yang satu ini memang sedang mengalami puncak pertumbuhan sepanjang 2018 ini. Dalam acara Harbolnas 2018 kemarin saja misalnya, masalah pengiriman barang pesanan yang tertunda banyak dikeluhkan para konsumen di media sosial.

Bahkan, penjual di lapak online yang notabenenya bukan ecommerce pun kena imbasnya. Mereka ramai-ramai mengumumkan keterlambatan pengiriman barang di jasa kurir karena overload logistik. Keluhan pembeli harus diterima, sementara kewenangan bukan di tangan mereka.

Pelaku ecommerce juga mengerahkan semaksimal mungkin jumlah kurir yang ada selama program Harbolnas berlangsung.

“Di Jabodetabek, kami memiliki lebih dari 35 drop point dimana barang dari gudang disalurkan melalui drop point yang kemudian dijemput oleh para kurir kami yang langsung membawa pesanan ke tangan pelanggan. Selama Harbolnas ini kami mengaktifkan seluruh titik pengepul kami selama 24 jam. Ini wujud komitmen kami kepada pelanggan, mohon maaf kalau masih belum memenuhi ekspektasi,” ujar Teddy Arifianto Head of Corporate Communications dan Public Affairs JD.ID

Melonjaknya lalu lintas pesanan barang di semua e-commerce di hari-hari istimewa seperti 11.11, dan 12.12 kemarin disinyalir menjadi penyebab ketidaksesuaian antara ekspektasi pelanggan dan waktu antar yang dijanjikan.

Karena itu menurut Teddy perlu dipikirkan ke depannya mengenai utilitas teknologi dan yang tak kalah penting adalah pemahaman pelanggan mengenai proses di balik industri logistik mulai dari pesanan diterima hingga pengantaran barang ke tangan pelanggan.

Aulia E. Marinto, mantan Ketua Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) pada Agustus 2017 lalu pernah mengatakan untuk meningkatkan ketepatan waktu pengiriman. Aulia menyebutkan perlunya kerjasama dan integrasi dari pengelola transportasi, penyedia jasa angkutan, dan pihak terkait.

Semuanya itu menjadi pekerjaaan rumah yang diperlukan untuk membuat Indonesia menjadi salah satu kekuatan e-commerce di kawasan Asia Pasifik. Indonesia ditaksir memiliki potensi ekonomi berbasis elektronik sebesar US$130 miliar sampai 2020.

Apalagi, dengan bentuk negara kepulauan yang terbentang sepanjang lebih dari 13 ribu kilometer dari ujung barat ke timur, bukanlah mudah bagi para pelaku industri logistik tanah air untuk tumbuh dan memberikan layanan terbaik.

Pada medio Agustus 2018 lalu, Bank Dunia atau World Bank membeberkan sejumlah tantangan untuk Indonesia ke depannya menyusul naiknya Logistics Performance Index (LPI) 2018 ke urutan 46 dengan skor 3,15, atau naik 17 peringkat dari dua tahun sebelumnya yang berada diposisi ke-63 dengan skor 2,98 se-dunia.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai industri logistik menghadapi sejumlah tantangan di era Revolusi Industri 4.0. Dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, industri logistik diharapkan bisa memanfaatkan hal tersebut agar bisnisnya tetap bisa bertahan.


Sumber :
https://ekonomi.bisnis.com/read/20181220/12/871791/ecommerce-butuh-dukungan-logistik

Saturday, December 15, 2018

Indonesia, Pasar E-commerce yang Menggiurkan

Gatra.com | 
15 Dec 2018 13:27 

Jakarta, Gatra.com - Pesatnya pertumbuhan teknologi digital, terutama di bidang pemasaran, menimbulkan perspektif baru dalam budaya kerja, khususnya bagi generasi milenial. Generasi milenial cenderung menyukai tantangan untuk berinovasi, mengelola start-up, serta mendalami entrepreneurship di era digital.

Tak terkecuali di Indonesia. Semarak dunia digital dan ramainya lini e-commerce pun tersaji di negeri ini. Sebuah era “baru” yang begitu dinamis sekaligus menantang. Segalanya dituntut serba cepat dan mudah.

“Indonesia merupakan pasar e-commerce yang begitu menggiurkan,” kata Mr. Dato' Lawrence Teo - founder & managing director iSynergy International Sdn Bhd, dalam konferensi persnya usai peluncuran training centre, di gedung Anugrah, Kantor Taman E3.3, unit A.2, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Sabtu (15/12).

Mr. Dato' Lawrence Teo yang juga sebagai pendiri mengharapkan dengan peresmian training centre ini, bisnis pemasaran afiliasi dapat meningkatkan pertumbuhan pendapatan secara eksponensial dengan pencapaian yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, pertumbuhan ini diharapkan mampu membangun basis afiliasi yang solid dan luas seiring pertumbuhan e-commerce Indonesia yang melejit pesat.

“Peluncuran training centre baru ini merupakan bukti komitmen Affiliate Junction dalam menghadirkan ragam fasilitas untuk kemudahan serta kenyamanan berbisnis bagi para afiliasi dan prospek baru,” katanya.

Mr. Dato' Lawrence Teo mengungkapkan bahwa Affiliate Junction hadir di Indonesia sebagai sebuah solusi bisnis pemasaran terbaru yang mengedepankan kinerja afiliasi, sebagai sumber pendapatan utama atas keberhasilan promosi mitra merchant.

“Semakin efektif kinerja Afiliasi, maka semakin tinggi pendapatan yang diraih,” katanya.

Salah satu program AJ yang berkembang di Indonesia adalah Smart$aver. Smart$aver merupakan brand terkemuka untuk program belanja ritel secara online dan offline di Indonesia. Dengan program ini, memungkinkan bagi member untuk mendapatkan manfaat Cash Point dan Reward Point pada setiap transaksi yang dilakukan.

“Selain itu, afiliasi juga akan mendapatkan komisi untuk setiap transaksi member,” kataya.

Keunggulan dari AJ, di antaranya, setiap afiliasi tidak hanya tergabung dalam sistem pemasaran jaringan afialiasi global, tapi juga diberikan pelatihan terstruktur dan didukung perangkat system yang ideal untuk memperkuat bakat dan keahlian dalam menjalankan bisnis afiliasi ini.

“Ke depannya, diharapkan bisnis pemasaran afiliasi dapat semakin meningkatkan jumlah pertumbuhan entrepreneur di Indonesia, sebagai solusi alternatif dalam mencari sumber penghasilan,” kata Dato’ Lawrence Teo.

Sementara itu, Mr. Will Ong selaku CEO PT. Inovatif Sinergi Internasional (PT.ISI) mengungkapkan bahwa iSYNERGY Group Limited (“iSYNERGY”) adalah bisnis jaringan pemasaran afiliasi terkemuka dan penyedia solusi bisnis berbasis kinerja. iSYNERGY menghubungkan pengiklan dengan afiliasi melalui platform pemasaran afiliasi untuk memberikan solusi berbasis kinerja untuk mempromosikan produk / brand dan mendorong prospek bisnis untuk berpartisipasi.

“Platform pemasaran afiliasi, Afiliasi Junction, merupakan rumah bagi lebih dari 25.000 afiliasi dan 1.000 mitra pengiklan. Di bawah platform Affiliate Junction, tersedia berbagai program afiliasi yang melayani berbagai industri vertikal dan sektor pasar,” katanya.

iSYNERGY sendiri, kata Mr Will telah memulai kiprahnya di kalangan entrepreneur Indonesia melalui platform AJ sejak tahun 2016 silam. Perusahaan yang bermarkas di Malaysia, telah sukses melakukan ekspansi ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara, dan mulai merambah pasar baru di Indonesia.

“Hal ini bertujuan untuk memberikan solusi pemasaran inovatif melalui platform yang menguntungkan secara universal,” katanya.

Dikatakan bahwa melalui terobosan baru ini, iSYNERGY , dengan platform Affiliate Junction (AJ), melihat betapa besarnya peluang bisnis ini kedepan dengan menyediakan solusi bisnis pemasaran afiliasi yang tidak hanya terbatas pada ranah pasar online saja, tetapi juga meliputi ranah pasar offline (O2O).

Adapun Lutfi Sahlan - Bussiness Strategic & operational manager PT. Inovatif Sinergi Internasional, yang mengelola kegiatan bisnis iSYNERGY di Indonesia, mengungkapkan bahwa PT ISI perkuat basis afiliasi dengan meluncurkan training centre di Jakarta.

“Ini bukti komitmen dalam menghadirkan ragam fasilitas untuk kemudahan serta kenyamanan berbisnis pemasaran afiliasi di Indonesia,” katanya.


Sumber :
https://www.gatra.com/detail/news/372666-Indonesia-Pasar-E-commerce-yang-Menggiurkan

Wednesday, November 28, 2018

Bisnis Start Up Logistik Semakin Tumbuh

Rabu, 28 November 2018 / 22:57 WIB

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kemajuan teknologi digital membawa efek positif bagi usaha rintisan bidang pengiriman barang atau jasa logistik. Sebab, kemajuan teknologi mempermudah perluasan jaringan serta mempercepat mekanisme serta proses pengiriman barang.

Ambil contoh laju PT Expedito Global Indonesia. Berkat teknologi, perusahaan ini sudah menjalin kerjasama dengan 15 kurir internasional. DHL Indonesia dan Singapura, TNT Express, UPS, serta Fedex termasuk yang digandeng oleh Expedito.

Menurut Edi Mas, Chief Executive Officer (CEO) Expedito Global Indonesia, Expedito membidik UMKM yang ingin memperluas pasar ekspor. Para UMKM bisa memilih jenis dan perusahaan logistik di situs Expedito. "Tarif kami relatif. Semakin berat justru lebih ekonomis," kata dia ke KONTAN, Senin (26/11).

Kini, Expedito mengirim ragam produk UMKM ke pasar global. Bisa sepatu, tas, pakaian dan lainnya. Laiknya perusahaan logistik lain, Expedito menyediakan layanan pelacakan status pengiriman barang.

Lewat layanan tersebut, hasilnya tergolong positif. Edi menargetkan sampai akhir tahun ini bisa mengirim barang hingga 35 ton. Sedangkan tahun depan, justru bisa melonjak dua kali lipat lebih  yakni mencapai 90 ton.

Sedangkan lima tahun ke depan, Edi menargetkan Expedito bisa mencuil 1% dari pasar logistik ekspres. Nilainya, versi hitungan Edi, mencapai US$ 100 juta.

Start up logistik lain yakni Triplogic, juga membidik pertumbuhan bisnis berlipa-lipat tahun depan. Tanpa menyebut angka, Earlivan Sampurna, CEO  Triplogic menargetkan tahun depan  perusahaan ini bisa mencatat transaksi pengiriman barang hingga 9 juta transaksi. Tahun ini, targetnya  tembus 1 juta transaksi.

Triplogic mengklaim proses pengiriman barang bisa lebih cepat dibanding pemain lain dan bisa satu hari sampai. Sebab, perusahaan ini memanfaatkan bagasi penumpang yang tidak terpakai di pesawat dan kereta. "Kami membeli bagasi tersebut," jelasnya


Sumber :
https://peluangusaha.kontan.co.id/news/bisnis-start-up-logistik-semakin-tumbuh

Related Posts